2015
DOI: 10.12928/kesmas.v9i1.1554
|View full text |Cite
|
Sign up to set email alerts
|

Faktor Risiko Dalam Penggunaan Pestisida Pada Petani Di Berastagi Kabupaten Karo 2014

Abstract: Metode:Jenis penelitian ini adalah explanatory research dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling dari seluruh populasi penyemprot pestisida di Kecamatan Berastagi. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara langsung. Variabel yang diteliti adalahrisiko penggunaan pestisida berdasarkan lama kerja, waktu kerja, jenis pestisida dan proses penggunaan pestisida yaitu pencampuran pestisida, penyemprotan pestisida, dan penyimpanan pestisida. Hasil yang diperoleh dianali… Show more

Help me understand this report

Search citation statements

Order By: Relevance

Paper Sections

Select...
3
2

Citation Types

0
11
0
27

Year Published

2016
2016
2023
2023

Publication Types

Select...
7

Relationship

1
6

Authors

Journals

citations
Cited by 27 publications
(38 citation statements)
references
References 0 publications
0
11
0
27
Order By: Relevance
“…Hasil penelitian telah membuktikan hubungan signifikan antara lama pajanan pestisida dengan timbulnya keluhan kesehatan.Sejalan dengan penelitian ini, lama penyemprotan dalam sehari berhubungan signifikan dengan timbulnya keluhan pada petani penyemprot di Kecamatan Berastagi (p=0.018). 18 Frekuensi pemakaian antinyamuk tidak berhubungan signifikan dengan timbulnya keluhan kesehatan subjektif. Idealnya, frekuensi penggunaan antinyamuk akan menentukan intensitas pajanan pestisida terhadap tubuh responden.…”
Section: Hasil Dan Pembahasanunclassified
See 1 more Smart Citation
“…Hasil penelitian telah membuktikan hubungan signifikan antara lama pajanan pestisida dengan timbulnya keluhan kesehatan.Sejalan dengan penelitian ini, lama penyemprotan dalam sehari berhubungan signifikan dengan timbulnya keluhan pada petani penyemprot di Kecamatan Berastagi (p=0.018). 18 Frekuensi pemakaian antinyamuk tidak berhubungan signifikan dengan timbulnya keluhan kesehatan subjektif. Idealnya, frekuensi penggunaan antinyamuk akan menentukan intensitas pajanan pestisida terhadap tubuh responden.…”
Section: Hasil Dan Pembahasanunclassified
“…14 Namun beberapa penelitian menjelaskan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara frekuensi penyemprotan pestisida dengan timbulnya keluhan kesehatan pada petani. 18,19 Jumlah jenis antinyamuk tidak berhubungan signifikan dengan keluhan subjektif pada responden. Responden menyebutkan sering menggunakan antinyamuk lebih dari satu jenis dalam menghindari gigitan nyamuk, terutama pada musim hujan karena populasi nyamuk yang meningkat.…”
Section: Hasil Dan Pembahasanunclassified
“…Keracunan yang paling berisiko dari penggunaan pestisida yang salah ditandai dengan kadar aktivitas enzim cholinesterase dalam darah. Gejala keracunan yang dialami dapat diawali dengan pusing, sakit kepala, iritasi dan akhirnya dapat memicu ke arah kanker [5,6,7].…”
Section: Pendahuluanunclassified
“…umumnya dilakukan menggunakan pestisida sintetik (Sukendra dan Shidqon, 2016;Ahdiyah dan Purwani, 2015). Menurut Mahyuni (2015), penggunaan pestisida sintetik perlu diperhatikan secara serius. Bahaya pestisida dapat menyebabkan keracunan, penyakit, kanker bahkan kematian akibat keracunan ataupun terpapar pestisida.…”
Section: Pendahuluanunclassified