2020
DOI: 10.12681/psy_hps.23710
|Get access via publisher |Summarize |Cite
|
Sign up to set email alerts

The imaginary audience and the personal fable in relation to the separation-individuation process during adolescence

Abstract: Lapsley’s (1993) “New Look” model for the interpretation of adolescentegocentrism, as an alternative to the classic cognitive one formulated by Elkind (1967), was tested in this study. According to the “New Look” model, the two manifestations of adolescent egocentrism – the imaginary audience and the personal fable – are adaptive coping mechanisms used by adolescents in their attempt to deal with the stressful developmental aim of separation-individuation. Two-hundred ninety seven adolescents 11-18 years’ old … Show more

Search citation statements

Order By: Relevance

Paper Sections

Select...
5
0
0
0

Citation Types

0
1
0
4

Year Published

Range
2012
2012
2024
2024

Publication Types

Select...
4
1

Relationship

0
5

Authors

Journals

citations

Cited by 5 publications

(5 citation statements)
references

References 67 publications

0
1
0
4
Order By: Relevance
How this paper cites the one you are viewing
“…Invulnerability merujuk pada perasaan terbebas individu atau kekebalan dari hal yang dapat melukai dan membahayakannya. Invulnerability mengacu pada keyakinan remaja bahwa mereka tidak dapat dilukai atau disakiti (Galanaki & Christopulos, 2011). Remaja akan cenderung berperilaku spontan tanpa mempertimbangkan kemungkinan risiko yang ia terima, atau memiliki ketetapan untuk melakukan walau sudah mengetahui risiko yang akan didapat karena ia tidak takut terhadap risiko yang membahayakan.…”
Section: Pendahuluan
unclassified
“…Remaja melihat dirinya sebagai seseorang yang sangat berpengaruh dan memiliki otoritas khusus (Galanaki & Christopulos, 2011 selalu bisa melakukan hal yang lebih dari orang lain sehingga merasa dirinya tidak terkalahkan. Personal uniqueness merujuk pada kepercayaan remaja bahwa tidak ada yang dapat mengerti dirinya karena dirinya unik.…”
Section: Pendahuluan
unclassified
“…Berdasarkan uraian di atas, Adanya alat ukur komprehensif yang mampu mengukur intensitas personal fable pada remaja diperlukan untuk mengetahui dinamika internal yang dapat berdampak pada keseharian remaja di lingkungannya. Alat ukur personal fable sudah diadaptasi di beberapa negara seperti Iran, Belgia, Kanada, serta Afrika dan memiliki reliabilitas yang tergolong cukup tinggi untuk dipergunakan pada negara-negara yang bersangkutan (Bester, 2013;A. P. Galanaki & Christopulos, 2011;Goossens dkk., 2002;Jowkar & Noorafshan, 2011).…”
Section: Pendahuluan
unclassified
“…Maksud dari item ini adalah menunjukkan kondisi dimana remaja melihat dirinya sebagai pribadi yang dapat berpengaruh terhadap orang banyak dan lingkungan sekitarnya. Hal ini berkaitan erat dengan kecenderungan remaja melihat dirinya sebagai orang yang sangat berpengaruh dan memiliki otoritas (Galanaki & Christopulos, 2011), namun penulis menganalisis bahwa luasnya makna yang terkandung dalam kalimat ini menjadi latar belakang item ini termasuk dalam item paling sulit untuk dipahami responden dalam mengukur konstruk omnipotence sebagai salah satu dimensi pada personal fable.…”
Section: Pembahasan
unclassified
See 3 more Smart Citations